Sony Ericsson tinggal kenangan. Hal itu setelah secara resmi Sony merubah merek dagang divisi mobilenya dengan Sony Mobile Communication, pekan lalu.
Perubahan merek dagang itu setelah akuisisi 50 persen saham Ericsson senilai US$1,47 miliar oleh Sony, Oktober tahun lalu. Dengan perubahan bisnis itu, maka joint venture Sony dan Ericsson, resmi ditutupi bulan Januari ini dan perubahan total menjadi Sony akan berlangsung hingga Februari tahun ini.
Dari perubahan itu sendiri, seperti dikutip dari berbagai sumber, akan terasa bagi konsumen. Pasalnya, sebuah layanan akan terintegrasi di divisi mobile, seperti Sony Entertaiment Network (SEN), yang memberikan layanan Video Unlimeted dan games PlayStation. Keduanya direncanakan akan hadir di seri smartphone Xperia.
Perubahan mendasar, yakni berubahnya logo perusahaan, Selama ini logo bola Sony Ericson dipastikan akan diubah. Namun, hingga saat ini belum diketahui pasti logo yang akan digunakan.
Sebelumnya, kerjasama ini dimulai tahun 2001 silam. Penggabungan perusahaan Jepang dan Swedia itu dilakukan, karena produk-produk mereka kurang laku di pasaran. Dengan adanya perpaduan dua vendor itu menjadikan keduanya jadi enam besar di bisnis mobile. Namun, dalam perkembangan teknologi yang terus berubah, membuat keduanya berpisah. Perubahan itu dikarenakan, pasar ponsel yang focus pada smartphone.
“Sepuluh tahun yang lalu kami sepakat membentuk perusahaan patungan. Penggabungan pengetahuan produk konsumen yang dimiliki Sony dan Ericsson yang memiliki spesialisasi di teknologi komunikasi merupakan perpaduan yang sempurna untuk mengendalikan industry feature phone,” kata Chief Executive Ericsson Hans Vestberg dalam sebuah pernyataan, akhir tahun lalu.
Dengan perpisahan itu, Ericsson akan berkonsentrasi pada pasar nirkabel secara penuh, dengan memaksimalkan riset dan pengembangan dan portofolio paten industry untuk mewujudkan dunia yang benar-benar terhubung.



